<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>I refuse to close my eyes</title>
	<link>http://adrian.thejln.com/blog</link>
	<description>Adrian Blog</description>
	<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 05:00:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Nulis!!</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=103</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=103#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 04:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Hahahahahahaha,,,
Saya akan mencoba untuk mengupdate lagi tulisan tulisan saya disini. 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahahahahaha,,,</p>
<p>Saya akan mencoba untuk mengupdate lagi tulisan tulisan saya disini. <img src='http://adrian.thejln.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=103</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gak Keurus&#8230;</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=102</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=102#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 17:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Aduh, gak keurus.. saya males copy tulisan saya yang di Multiply. Hm.. nanti setelah saya agak rajinan, saya pindahin dan benerin page ini  
untuk sementara kesini aja dulu
  :D
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aduh, gak keurus.. saya males copy tulisan saya yang di Multiply. Hm.. nanti setelah saya agak rajinan, saya pindahin dan benerin page ini <img src='http://adrian.thejln.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://drianchicken.multiply.com/">untuk sementara kesini aja dulu</a></p>
<p> <img src='http://adrian.thejln.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=102</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ponsel berkamera modal jadi sutradara bokep</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=101</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=101#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 01:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang anda ketahui. cell phone adalah salah satunya gebrakan yang paling hip di Indonesia. Dulu, cell phone hanyalah lambang kekayaan, gaul whatever buat anak anak orang mampu juga AGJ AGJ.
Sekarang. masih sama fungsinya, tapi lebih merakyat saja. Contohnya, sekarang pedagang kaki lima pun sekarang ber-hp ria. Sekarang juga lebih terjangkau, sebab ada pulsa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang anda ketahui. cell phone adalah salah satunya gebrakan yang paling hip di Indonesia. Dulu, cell phone hanyalah lambang kekayaan, gaul whatever buat anak anak orang mampu juga AGJ AGJ.</p>
<p>Sekarang. masih sama fungsinya, tapi lebih merakyat saja. Contohnya, sekarang pedagang kaki lima pun sekarang ber-hp ria. Sekarang juga lebih terjangkau, sebab ada pulsa yang harganya 5000-an rupiah sampai 100.000 Rupiah dan Menurut informasi yang saya dapat dari salah satu penjual pulsa, &#8220;jual pulsa itu kayak jual nasi bungkus&#8221;. Lho kok bisa? Yah iyalah, pulsa itu dibeli setiap hari, terutama yang harganya go-ceng-an.</p>
<p>Salah satu fitur yang paling menarik dari hp adalah fitur kamera dan video. Kenapa menarik? Karena bisa nonton bokep, juga jadi produser bokep. Malah beberapa orang menawarkan jasa transfer bokep 3gp ini, misalnya, &#8220;1 bokep 2.500 3 bokep dikorting 6000&#8243;. Malah terkadang sepertinya ada rasa bangga kalau yang di video itu adalah teman mereka sendiri.</p>
<p>Seperti teman saya yang menunjukkan kepada saya salah satu video anak SMA lagi gituan, dan dengan bangganya bilang &#8220;temen gw nih, anak dari SMA ini&#8230; bla bla bla&#8221;. Padahal saya sendiri tau, kalau dia boong. Itu mah udah jelas jelas anak dari daerah lain.</p>
<p>Mungkin karena ini juga bapak bapak pejabat suka syuting dirinya sendiri ketika bercinta. Saya bukan pahlawan moral, dan saya tidak perduli kalau mereka mau berbuat seperti itu. Itu terserah mereka. Yang menjadi masalah adalah, ketika orang orang dengan biadabnya mensyuting teman mereka yang lagi gituan, atau &#8220;lawan main&#8221; mereka dan membangga banggakannya, sebarkan di internet. Walah! Gak kasian apa?</p>
<p>Ada kejadian di Aceh, dimana salah seorang gadis ketangkap lagi gituan, lalu dia disuruh mengulang kejadian mesum tersebut. Ini tentu saja tidak di sia siakan oleh orang yang ngerekam, karena merekapun berpartisipasi didalamnya. Seperti &#8220;megang megang&#8221;.</p>
<p>Juga, ada beberapa kasus, dimana orang ketangkap gituan, trus dengan santainya penonton pada syuting &#8220;adegan&#8221; dimana cewek nya lagi telanjang atau sedang diceramahin petinggi petinggi agama, lalu disebarkan di Internet. Waduh!</p>
<p>Saya terkadang merasa kasian, karena gambar gambar itu dipotong dari video, lalu di eksploitasi dengan ditambahi tulisan tulisan yang menurut saya agak keterlaluan, dan itu semua tanpa sepengetahuan &#8220;cewek/korban&#8221;.</p>
<p>Hm&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=101</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apabila engkau memaksa diam, Aku Siapkan untukmu: Pemberontakan!</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=100</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=100#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 01:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Art/Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Wiji Tukul - Sajak Suara
Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
Mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
Apabila engkau memaksa diam
Aku siapkan untukmu: pemberontakan!
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu
Ia ingin bicara, mengapa kau kokang senjatamu dan gemetar ketika suara itu
menuntut keadilan
Sesungguhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wiji Tukul - Sajak Suara</strong></p>
<p>Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam<br />
Mulut bisa dibungkam<br />
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku</p>
<p>Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan<br />
di sana bersemayam kemerdekaan<br />
Apabila engkau memaksa diam<br />
Aku siapkan untukmu: <strong>pemberontakan!</strong></p>
<p>Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu<br />
Ia ingin bicara, mengapa kau kokang senjatamu dan gemetar ketika suara itu<br />
menuntut keadilan</p>
<p>Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata<br />
Ia lah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya</p>
<p>Apabila engkau tetap bertahan,<br />
aku akan memburumu seperti kutukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=100</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas Mulia, FPI dan FBR, memberantas 3K - Komunis, Kafir, Koruptor</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=99</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=99#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 01:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<category><![CDATA[Social/Politic]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Didukung Ba&#8217;asyir, FPI dan FBR, Brigade Pemburu Koruptor Dibentuk

Tidak puas dengan pemberantasan korupsi, beberapa organisasi massa membentuk Brigade Pemburu Koruptor (BPK). Target kerja BPK, memburu dan membawa koruptor ke pihak berwajib.
Pembentukan BPK ini mendapat dukungan penuh dari Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba&#8217;asyir, Ketua FPI Habieb Riziq dan Ketua FBR Fadloli El Muhir.
&#8220;Kurangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Didukung Ba&#8217;asyir, FPI dan FBR, Brigade Pemburu Koruptor Dibentuk</strong></p>
<p><center><img src="http://images.drianchicken.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RmrligoKCsAAAEOCZPw1/baasyir.jpg?et=rQ3zRlip7MoL%2B3p76CqzLA" alt="" /></center></p>
<p>Tidak puas dengan pemberantasan korupsi, beberapa organisasi massa membentuk Brigade Pemburu Koruptor (BPK). Target kerja BPK, memburu dan membawa koruptor ke pihak berwajib.</p>
<p>Pembentukan BPK ini mendapat dukungan penuh dari Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba&#8217;asyir, Ketua FPI Habieb Riziq dan Ketua FBR Fadloli El Muhir.</p>
<p>&#8220;Kurangnya penegakan hukum dan sistem yang tebang pilih dalam pemberantasan korupsi membuat brigade ini terbentuk,&#8221; kata Komandan BPK Munarman di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Rabu (6/6/2007).</p>
<p>Personel BPK nantinya akan mengenakan seragam khas berwarna hitam dengan topeng kain yang hanya memperlihatkan mata dan mulut saja. Seragam tersebut bertuliskan Brigade Pemburu Koruptor berwarna kuning.</p>
<p>Dalam jumpa pers, Munarman sempat memamerkan 5 personel BPK yang sengaja berdiri di belakangnya.</p>
<p>&#8220;Mereka memang seragamnya seperti ini, sehingga identitasnya tidak dikenali agar tidak bisa disuap,&#8221; kata dia.</p>
<p><a href="http://kaskus.us/userframe.php?link=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/time/161537/idnews/790250/idkanal/10">Source</a><br />
<img src="http://www.media-indonesia.com/mediagaleri/view.asp?id=5509&#038;page=3" alt="" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><em>Beriman banget nih orang orang. Berkepribadian Preman&#8230;<br />
Tugas Tugas FPI:<br />
1) Pembersihan kafir, perusakan tempat tempat kafir, dan rumah rumah ibadat kafir yang mau mengkafirkan yang bukan kafir</p>
<p>2) Komunis yang kafir, harus diberantas sampe ke akar akarnya, agar PKI gaya baru tidak muncul lagi di negara kita yang beragama dan berbudi luhur ini, sudah jelas mereka Komunis! Hancurkannn!!</p>
<p>3) Pake topeng anti kafir, biar gak terima suap dari kafir kafir koruptor. kafir kafir Koruptor itu harus seret kejalan, hukum cambuk, potong tangan, serta perampasan milik untuk amal&#8230;.. tapi kalo kafir kafir itu memberi sedikit sumbangan dari uang haram mereka, boleh mereka dikembaliin, suruh bertobat aja, dateng ke pesantren2 terdekat untuk belajar Quran. Karena pake topeng, gak ketahuan yang terima suap siapa, jadinya gak akan cari muka, hanya Allah yang tau! Lagian duit para kafir akan halal kalau buat amal.. Mulia!</p>
<p>halahhhhh</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=99</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telinga saya benar benar lapar ingin diberi makan</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=98</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=98#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 01:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Paginya, saya di telepon si Andra, dia cuman ingetin bahwa kita akan ketemu Max Lane. Beliau seorang penulis, juga penerjemah buku Pramoedya. saya akhirnya cepat cepat mandi, lalu ke city, rupanya mereka udah ngobrol ngobrol selama sejam! hahaha
keingin tahuan yang gila gilaan akhirnya dijawab oleh si Max Lane. Walaupun agak memalukan juga pertanyaan pertanyaan saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paginya, saya di telepon si Andra, dia cuman ingetin bahwa kita akan ketemu Max Lane. Beliau seorang penulis, juga penerjemah buku Pramoedya. saya akhirnya cepat cepat mandi, lalu ke city, rupanya mereka udah ngobrol ngobrol selama sejam! hahaha</p>
<p>keingin tahuan yang gila gilaan akhirnya dijawab oleh si Max Lane. Walaupun agak memalukan juga pertanyaan pertanyaan saya, bisa dianggap tidak relevan dan signifikan lah. Si Max Lane betul betul keren bahasa Indonesianya! Saya sampe lupa kalo saya tuh lagi ngomong ama Bule!!! Ngobrol tentang Indonesia, sampe ke Israel, Lebanon&#8230; dan juga fasis fasis yang bersembunyi dibelakang agama. Katanya sih mereka membela Palestina dari &#8220;zionist&#8221; Israel, tapi perlakuan mereka sendiri gak banyak bedanya. Sama sama fasis. Pencuri teriak pencuri.</p>
<p>Kebetulan, hari itu gw ama si Andra, ngadain screening. VCD dan Video itu kita dapat dari Max Lane! Walaupun masih kira kira 5 jam lagi, akhirnya kita nonotn, diskusi, sambil makan take away yang baru kita beli.</p>
<p>Screeningnya itu dimulai jam 6 dan film yang kita screening itu adalah: <strong>Hanya ada satu kata: Lawan</strong>, dan juga <strong>Saya rasa itu sulit untuk dihilangkan</strong>. Saya sih mikirnya, paling yang dateng lima orang aja udah bagus gitu. Tau taunya, yang datang lumayan banyak.</p>
<p>Film <strong>Saya rasa itu sulit untuk dihilangkan</strong> bercerita tentang tahun bagaimana pembantaian PKI  65 sedangkan <strong>Film Hanya ada satu kata: Lawan</strong>, bercerita tentang bagaimana gerakan mahasiswa muncul di mid 90-an.</p>
<p>Akhirnya kita ada diskusi kecil, setelah movie itu. Tapi katanya si Danif, diskusinya terlalu lebar. Hm.. Diskusi kita waktu itu adalah: Bagaimana sih mengabdi kepada negara dari jauh</p>
<p>heheh agak cheesy yah? yah gitu lah. Akhirnya dibuka dengan pendapat dari salah satu teman memakai bahasa Inggris.. banyak basa basi gak jelas yang bikin saya terbengong bengong karena kita semua disana orang Indonesia. Entah apa maksudnya pake bahasa Inggris, biar kelihatan lebih intelek?</p>
<p>Akhirnya Andra mengemukakan pointnya dengan jelas dan clear sekali, &#8220;Kenapa sih orang suka lebih berpikir kalau jepang atau Bahasa Inggris itu lebih keren? Semiskin Identitas itukah bangsa kita?&#8221;</p>
<p>Ngedenger itu sih saya sampe ketawa aja dalem hati, karena itu benar benar menggambarkan situasi yang paling kasian dari Mahasiswa di Australia. Bukannya saya mengharamkan bahasa inggris, HELL NO! Silahkan belajar banyak bahasa, Jepang, Inggris, Belanda, kalau bisa bahasa Korea juga dipelajarin.</p>
<p>Tapi kebanyakan dari teman teman saya, suka memakai bahasa Inggris itu untuk pamer. Malah mereka memakai bahasa Inggris untuk berkomunikasi sesama mereka sendiri. Wah itu sih bener bener kasian deh. Karena semakin bagusnya Inggris seseorang maka:<br />
a) dia semakin terpelajar, semakin pinter, semakin modern semakin bisa bersaing di era globalibasi yang berima dengan kata babi<br />
b) Ketahuan banget nih suka nongkrong di tempat tempat asik dan cozzy, hazzy, razzy, mazzy, suzzy, bazzy.</p>
<p>Akhirnya diskusinya melebar dan banyak point point yang dikemukakan oleh teman teman, walaupun saya gak sependapat dengan semuanya. Kira kira aja yah, saya sudah lupa exact pointnya gimana. hehe</p>
<p><em>1) Dengan belajar bahasa Indonesia, maka segelintir orang akan kehilangan budayanya, seperti budaya budaya Cina (Saya emang sengaja pake kata &#8220;Cina&#8221; biar lebih nantangin)</em><br />
Ini tentu saja pemikiran yang salah. Maksud si Andra, Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa dan agama. Seperti suku bangsa Minangkabau, Jawa, Timor, Ambon, Papua dan mereka gak ada bedanya dengan suku bangsa Cina! Jawa boleh practice religion mereka, orang Bali boleh berbicara bahasa Bali dan mereka masih berbahasa Indonesia. Dengan berbicara bahasa Indonesia, budaya mereka gak hilangkan? Kenapa dengan belajar bahasa Indonesia, budaya Cina bisa hilang? Nonsense!</p>
<p><em>2) Inggris itu artinya bisa bersaing di era Globalisasi, kalo gak belajar artinya Indonesia gak maju! Kita kan mau mengabdi, nah, dengan belajar bahasa Inggris itu membawa Indonesia ke tingkat Internasional. Orang Indo itu mau modern, tapi kok Anti Amerika?</em><br />
Waduh! Ini satu lagi pemikiran yang saya kurang setuju. Apa sih modern itu? Apa modern itu harus seperti Amerika? wah!</p>
<p>Orang di Papua yang pakai koteka, itu LEBIH MAJU pemikirannya dari orang yang menyebut dirinya modern! Kenapa? Lihat saja orang orang di papua, tetap berjuang untuk keadilan, walaupun mereka tahu kalau konsekuensinya itu adalah mati. Tetap buka mulut dan berbicara walaupun tembak dikokang persis didepan mereka. Malah orang orang di daerah daerah, persaudaraannya masih kuat sekali walaupun cuma pakai kain.</p>
<p>Coba lihat orang modern? Suka egois, gak peduli, loe loe yah gw gw dll dsb. Wah&#8230; Amerika yang modern malah perang. Wah!!</p>
<p>Tadi saya bertemu dengan teman baru dari Papua. Temannya si Andra. Dia juga cerita tentang keadaan di Papua, agak mengerikan disana. Mudah mudahan dia nanti bakal bantu bantu juga. Kita emang pengen ngadain ini dua minggu sekali. Karena acara acara oleh Mahasiswa di Ostrali itu, kalo bukan yang berhubung ama agama, yah berarti have fun have fun gitu. Salut buat Andra yang udah mau mengubahnya menjadi Sosial Budaya. Kita sejauh ini hanya dua orang, mudah mudahan nanti bertambah.</p>
<p>Gw pengennya tuh bukan cuma film aja, bukan cuma politik aja, tapi juga buku, tentang hiburan dll dsb. Intinya semua yang bisa membuka pikiran lah. hehehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=98</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anarkisme Versi Soekarno</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=97</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=97#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 13:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Social/Politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[
Anarchisme oleh: Ir. Soekarno
Dari harian pikiran ra&#8217;jat tahun 1923
Salahsatu faham dari socialisme ialah anarchisme. Perkataan anarchisme itu adalah terdiri dari perkataan A, archi dan isme. A artinya tidak. Archie artinya memerintah. Isme artinya faham. Jadi makna anarchisme ialah salahsatu faham yang tidak suka sama pemerintahan. Anarchisme ialah salahsatu faham atau aliran dari socialisme, oleh karenanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c5/Soekarno.jpg" alt="" /></center></p>
<p><em><strong>Anarchisme oleh: Ir. Soekarno</strong></em><br />
<em>Dari harian pikiran ra&#8217;jat tahun 1923</em></p>
<p>Salahsatu faham dari socialisme ialah anarchisme. Perkataan anarchisme itu adalah terdiri dari perkataan A, archi dan isme. A artinya tidak. Archie artinya memerintah. Isme artinya faham. Jadi makna anarchisme ialah salahsatu faham yang tidak suka sama pemerintahan. Anarchisme ialah salahsatu faham atau aliran dari socialisme, oleh karenanya anarchisme itu adalah lawannya kapitalisme.</p>
<p>Seorang anarchist, ialah pemeluk faham anarchisme itu, tidak suka dengan milik (eigendom), oleh karena hak milik itu lahirnya dari kapitalisme. Selain daripada itu anarchisme itu tidak mufakat dengan tiap-tiap pemerintahan, oleh karena katanya bagaimana demokratis atau kerakyatan pula pemerintahan itu di dalam hakikatnya, tiap-tiap pemerintahan itu mengandung paksaan. Menurut paham Anarchisme, seseorang yang hidup di dalam masyarakat itu berhak atas kemerdekaan seluas-luasnya. Hanyalah pergaulan hidup yang terdiri dari orang-orang yang merdeka itu bisa tentram dan teratur betul. Menurut fahamnya, pergaulan hidup manusia itu bisa beres jika pemerintahan yang bersendi kepada kekuasaan, dan kekuasaan ini yang melahirkan wet-wet itu, dihapuskan.</p>
<p>Oleh karena itu faham anarchisme ini anti-gezag, ialah tidak mufakat dengan kekuasaan: antiwettisch, tidak mufakat dengan wet; dan antiregeering, tidak mufakat dengan pemerintahan. Selain daripada itu faham anarchisme itu antimiliteris, ialah tidak mufakat dengan balatentara. Tidak mufakatnya itu oleh karena militerisme ini adalah suatu stelsel yang mengandung paksaan yang hebat sekali. Oleh karena militerisme ini maka pemuda-pemuda yang bsia bekerja di dalam pabrik-pabrik harus ditutup di dalam benteng-benteng. Anarchisme itu menentangi patriotisme yang hanya mengabdi kepada cinta tanah air. Patriotisme yang kunstmatig yang dihidup-hidupkan di dalam sanubarinya orang-orang yang tidak bertanah-air, oleh karena di dalam tanah-airnya sendiri mereka menderita kelaparan, kesengsaraan dan perbudakan. Patriotisme yang jadi agama baru, yang memisah-misahkan rakyat yang seharusnya hanya mempunyai tanah-air satu ialah menschheid. Juga mereka itu tidak mufakat dengan hakim dan polisi. Juga dengan wettelijk huwelijk, ialah perkawinan menurut wet, mereka tidak mufakat, oleh karena wettelijk huwelijk ini menjadi sebab orang perempuan tidak merdeka. Mereka tidak mufakat dengan minum-minuman keras. Minuman keras ini merusakkan manusia lahir dan batin.</p>
<p>Kaum Anarchist mufakat sekali dengan persamaan milik, oleh karena persamaan milik itu adalah sesuatu hak dari manusia yang dapat menyelamatkan pergaulan hidup manusia.hak persamaan milik itu menentukan hak-haknya seseorang atas alat-alat pembikinan barang dan atas syarat-syarat bagi kebutuhannya manusia. Dengan adanya, hak persamaan milik itu, maka aturan merampas pekerjaan lain orang akan lenyap, oleh karena semua sifat perburuhan itu tidak ada lagi. Seseorang bisa bekerja bagi dirinya sendiri.</p>
<p>Anarchisten itu mufakat sekali dengan persoonlikje vrijheid, ialah kemerdekaan sendiri-sendiri, oleh karena kemerdekaan itu adalah haknya alam yang tidak bisa dihancurkan. Semua kemajuan itu terutama membesarkan persoonlikje vrijheid itu, oleh karena persoonlikje vrijheid ini adalah satu alat yang terbaik bagi manusia untuk hidup bersama-sama yang rukun, tentram dan dimana seseorang itu bisa hidup menurut wataknya sendiri-sendiri ialah pergaulan hidup yang harmonis. Batasnya kemerdekaannya seseorang itu ialah kemerdekaannya orang dengan siapa ia itu hidup. Hanyalah di dalam keadaan merdeka seseorang itu bisa mendapat bahagia di hidupnya. Ketidakmerdekanya orang lain itu akan mengurangi sekali bahagianya sendiri dan oleh karena itu maka adalah kewajibannya seseorang bagi mencapai bahagianya sendiri haruslah menghormati kemerdekaannya lain orang.</p>
<p>Kaum Anarchist mufakat sekali dengan perhubungan merdeka antara lelaki dan perempuan, oleh karena hanyalah perhubungan merdeka antara kedua pihak itu itu mengasih ketentuan kepada orang perempuan hidup merdeka. Perhubungan yang bersendi atas cinta di antara perempuan dan lelaki bisalah mendatangkan kemerdekaan untuk bergaul dan untuk memilih ialah kedua syarat yang dapat melahirkan cinta yang sejati. Cinta yang sejati ini tidak bisa lahir zonder kemerdekaan memilih. </p>
<p>Kaum Anarchist itu setuju sekali dengan pendidikan yang merdeka, dengan vrije ontwikkeling, ialah tumbuh merdeka dengan kemerdekaan berbicara dan kemerdekaan berkumpul, oleh karena ini semua adalah syarat-syarat bagi hidupnya masyarakat yang bersendi atas rede ialah budi. Hanyalah sesudahnya kemerdekaan itu merajalela maka ilmu wetenschap dan seni bisa berkembang dan oleh karena mana mengasih bahagia dan kekuatan kepada masyarakat. </p>
<p>Kaum Anarchist adalah menganjuri persaudaraan yang kekal yang lahirnya dari batin, bukan oleh karena paksaan dan didikan yang kunstmatig. Menurut faham anarchisme orang itu adalah mahluk yang suka bercampurgaul dan tidak bisa dipisahkan dari keadaan dimana ia ditempatkan. Persaudaraan itu adalah lahirnya perasaan dan budi pekerti yang suci dan luhur, oleh karena manusia itu menurut natuurnya harus hidup bersama-sama. Tetapi tiap-tiap orang itu merdeka memilih dengan siapa ia mau bergaul. Semua hal yang memisah-misahkan manusia seperti warnanya muka, bahasa, bangsa, agama, politik itu harus dilenyapkan dan harus dicari apa yang bisa mempersatukan semua manusia.</p>
<p>Menurut faham Anarchisme bukanlah masyarakat yang terpenting tetapi individu, ialah seseorang yang di dalam masyarakat itu yang terpenting. Tinggi dan rendahnya tingkatannya masyarakat itu ditetapkan oleh kualitasnya seseorang dari siapa pergaulan hidup itu sendiri. Seseorang hidup dan tumbuh menurut wataknya sendiri-sendiri dan juga menurut aanlegnya atau kodratnya sendiri-sendiri. Tiap-tiap kemajuan itu ialah terjadi dari tumbuhnya dan lahirnya benih-benih yang tersimpan dan hidup di dalam seseorang. Oleh karena itu anarchisme itu di dalam hakikatnya ialah teori individualisme, teori yang menghargakan manusia lebih dari masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=97</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Saya</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=96</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 13:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[     &#8220;Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>     &#8220;Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia&#8221; (Bumi Manusia, p.316). </p>
<p>    [Scientific knowledge brought into being ever more wonders. The legends of my ancestors were shamed into silence. No longer did one have to meditate for years to be able to speak with someone across the sea. Some Germans had stretched a sea-cable from England to India! And wires of this sort were proliferating from here to there all across the face of the earth. Now the whole world could observe the actions of a single person. And one could watch the activity of the whole world.] </p></blockquote>
<p>Diambil dari Buku Bumi Manusia.</p>
<p>Di kota <a href="http://wikimapia.org/#y=-9865268&#038;x=124281002&#038;z=18&#038;l=0&#038;m=a&#038;v=2">ini </a>tempat saya Besar. <img src='http://adrian.thejln.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Not a really fancy town, cuma kota kecil.</p>
<p>Mudah mudahan bisa saya update lagi petanya, karena sudah lama tidak pulang, saya jadi agak lupa nama nama daerah atau bangunannya. Yang pasti ada comment dari adik saya hahah lucu..</p>
<blockquote><p>    gile..nih tempat paling bersejarah slama gwe idup!!!.. dari kencing clana, berak di tempat, lari2an di toko tlanjang! *waktu kecil ya bokk.. waktu gede sih kaga.. bisa heboh hmmmm&#8230; udah lah.. bingung mo ngomong aopa.. aku cinta toko UD!!,, wakakkaka </p></blockquote>
<p>Saya senang juga, karena ada orang yang menulis tentang kota ini<br />
baca <a href="http://kaffah4829.wordpress.com/2007/06/02/sedikit-cerita-pulang-dari-soe/">disini </a>dan <a href="http://kaffah4829.wordpress.com/2007/05/23/islam-di-soe/">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>When are Southeast Asia DIY bands have a chance?</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=95</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 13:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[The Sigit, band Indonesia bakal manggung. Tiketnya 25 dollar. Yah saya sih sebenarnya gak begitu suka dengan mereka, saya baca iklannya di forum. Ketika saya bilang &#8220;mikir mikir dulu&#8221;, tiba tiba ada yang bilang:

&#8220;Gile gw bingung masih ada aja yg mikir2 mau beli tiket atau tidak, padahal untuk band indonesia bisa di undang ama OZ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The Sigit, band Indonesia bakal manggung. Tiketnya 25 dollar. Yah saya sih sebenarnya gak begitu suka dengan mereka, saya baca iklannya di forum. Ketika saya bilang &#8220;mikir mikir dulu&#8221;, tiba tiba ada yang bilang:</p>
<p><u><em><br />
&#8220;Gile gw bingung masih ada aja yg mikir2 mau beli tiket atau tidak, padahal untuk band indonesia bisa di undang ama OZ local organizer tuh udah trobosan yg bagus bgt, dan ngk gampang buat future music kita untuk di OZ khususnya, knapa musti mikir2 lagi untuk nonton atau tidak, $25 is nothing man, kerja 2 jam juga udah dapet, kan dgn adanya support kecil dari ente2 ini bisa merubah hububngan OZ-Indo lebih positive lagi terutama di music. kan masih banyak orang Aus yg belum tau dimana dan apa itu Indonesia, inilah kesempatan emas Indonesia untuk merubah itu semua.&#8221;</em></u></p>
<p>Hm&#8230; Katanya The Sigits ini pake duit sendiri buat naek pesawat, akomodasi. Yah bagus dan gak papa, gw rasa mereka udah lumayan mapan, apalagi mereka kan di sponsor gw rasa.</p>
<p>Yang menjadi concern gw tuh, adalah band band dengan DIY spirit dari Indonesia, Thailand, Singapore, kapan mereka punya kesempatan?? Banyak banget band Indo atau southeast asia yang dipanggil maen ke sini, tapi mereka gak bisa. Bukannya somse, ato sibuk ato sok miskin, tapi itu bener bener impossible. Just to have their record overseas is already a fortune!</p>
<p>Contohnya Domestik Doktrin, atau Hark! It&#8217;s a crawling tar tar dari bandung yah, ketika mereka ke Singapore, itupun mereka dibantu oleh teman teman dari kolektif juga label Thrash Steady Syndicate. Kalo gak, itu impossible. Apalagi ke Australia. Wah! It&#8217;s a dream coming true! Even if they can come, they will go home broke and work their ass to cover the expense!</p>
<p>There are couple of reasons why:</p>
<p>1) <strong>Harga dari DIY show di Sydney berkisar antara, Free - Around $10</strong><br />
Contohnya aja, baru Baru ini, ada band bernama Palm dari Jepang datang ke Sydney! Ada 2 band yang main sebelum mereka. They know each other. The Crux , The Rivalry dari Adelaide, and Palm dari Jepang! Teman teman dari The Crux dan The Rivalry yang saya rasa arrange semua itu untuk mereka.</p>
<p>The Crux sediain ruangannya, and I know they dont get paid for doing that. The Rivalry dari Adelaide, they come with a van, itu butuh ongkos minyak. Palm, jangan tanya, how much does the food cost, plane,  etc,.. for five people&#8230;. just count.. Itupun saya rasa untuk akomodasi mereka juga dibantu.</p>
<p>2) <strong>The so called anak anak underground</strong><br />
Anak anak yang ada di konser itu, palingan cuman 50 orang. paling banyak juga 100 orang (itu pun saya rasa gak sampe!). Kalau benar maximum anak anak disana waktu itu adalah 100 maka, 100 x 10 = 1000. 1 Orang member palm dapet 200 dollar.. holy crap! Berapa tiket ke Jepang, berapa duit bensin untuk The Rivalry? Trus kita yang nonton, cuman enak enak aja bilang  &#8220;ohhh they do it for the love of hardcore!&#8221;. Ingat 200 dollar itu maximum loh, karena saya rasa yang ada disana gak sampe 100 orang.</p>
<p>Memang betul, ketika itu si vocalistnya, membungkuk, memberi terimakasih kepada kami juga band band yang menyediakan tempat dan arrange show itu untuk mereka. I know they mean it and I know they dont hope to get paid at all, atau.. yang sering kita sebut &#8220;for the love of Hardcore&#8221;. Tapi mereka itu manusia mas&#8230; Apalagi di Jepang ongkos hidupnya mahal sekali. Bayangkan, itu Jepang loh! Apalagi Indonesia.</p>
<p>Bahkan, anak anak disana gak tau siapa itu &#8220;Palm&#8221;, because most of them come to see Rivalry (dari Adelaide) or The Crux dari Sydney. Malah karena muka saya yang agak agak Asia, mereka kira saya maen sama Palm! busettt.. haha Ada juga salah seorang dari Korea, ketika lumayan lama ngobrol dengan dia, dia dengan lugunya bertanya &#8220;are you in a band?&#8221;, lalu saya &#8220;huh?&#8221;, dia: &#8220;I mean with Palm&#8221;,  waduh!</p>
<p>3) <strong>Orang yang beli cd</strong><br />
Dari lima puluh orang itu, mungkin cuman beberapa orang yang dateng dan beli cd. Saya salah satunya orang yang approach mereka, bilang &#8220;arigato&#8221; dan ngobrol (walaupun dengan inggris yang terputus putus, but we understand each other). Juga beli cd. Gak ada meja merchandise seperti biasa. Semua cd mereka taruh di dos. Asik juga, saya dapet stiker dan side projectnya mereka. hehehe</p>
<p>Yang laen gak tau udah pada kemana. Either ngilang, atau gak peduli. cdnya 20 dollar, I know.. it&#8217;s a little bit too much. Tapi kalo di yenkan, seharusnya mereka menjual lebih dari itu (saya udah cek) karena Yen emang mahal.</p>
<p>Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk mendukung mereka. Yaitu memberi mereka sedikit dukungan. hehehe</p>
<p>Kapan kapan lanjut lagi..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=95</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Dari Timor Leste, &#8220;Batas&#8221;</title>
		<link>http://adrian.thejln.com/blog/?p=94</link>
		<comments>http://adrian.thejln.com/blog/?p=94#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 13:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adrian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Social/Politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrian.thejln.com/blog/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini tidak sengaja saya temukan ketika saya mencari lagu daerah Timor yang berjudul &#8220;Lais Manekat&#8221;. Kebetulan saya besar di daerah Timor bagian barat. Ketika Timor Timur mau lepas dari Indonesia, banyak dari mereka yang harus lari dari sana, bermukim di kota kota Timor Barat. Kebanyakan dari mereka bermukim di dekat pasar atau sekolah. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita ini tidak sengaja saya temukan ketika saya mencari lagu daerah Timor yang berjudul &#8220;Lais Manekat&#8221;. Kebetulan saya besar di daerah Timor bagian barat. Ketika Timor Timur mau lepas dari Indonesia, banyak dari mereka yang harus lari dari sana, bermukim di kota kota Timor Barat. Kebanyakan dari mereka bermukim di dekat pasar atau sekolah. Mereka harus menjual apa saja yang mereka punya dengan harga yang sungguh murah supaya bisa bertahan hidup.</p>
<p>ada salah satu tempat bermukim orang Timor Timur di dekat sekolah kami. Yaitu di sebuah gudang kosong yang sudah tidak dipakai lagi. Mereka selalu memakai bahasa Portugis atau bahasa tetun (bahasa daerah Timor Timur) untuk berkomunikasi satu sama lain. Karena itu susah berkomunikasi dengan mereka, tapi ada satu kata yang kami pelajari dari mereka, kata &#8220;kolega&#8221; yang berarti teman. Begitu mereka memanggil kami, dan begitu juga kami memanggil mereka.<br />
</strong></p>
<p>Cerita ini diambil dari: <a href="http://timormerdeka.blogspot.com/2006/10/batas-reload_04.html">Timor Merdeka</a><br />
Picture is taken from <a href="http://www.glimmen.com/log/archives/archive_2006-m07.php">here</a></p>
<p><img src="http://images.drianchicken.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RmRpEgoKCsAAAHOVytY1/reis_04_132_copy2.jpg?et=4qt60AknCeLG3Dy%2Bjf%2C7SQ"/></p>
<p>DARI waktu ke waktu manusia selalu mengubahnya, sering setelah membunuh dan menginjak-injak. Sering dengan memberontak dan membuat proklamasi - seperti yang kita lakukan 51 tahun lalu.</p>
<p>Lalu tapal batas perbatasan pun didirikan. Bendera dinaikan. Petugas berseragam militer dari papan imigrasi di pasang di pintu masuk. Seorang cucu Adam dan wilayah sini harus punya izin khusus untuk menemui cucu Adam dari wilayah sana - meskipun jaraknya tidak sampai satu kilometer.</p>
<p>***</p>
<p>Dua penggal bait tulisan budayawan Indonesia, Goenawan Mohamad dalam bukunya &#8216;Catatan Pinggir 4&#8242; seperti tertanam di kepala, ketika mengingat saat saya tiba di batas Haumeniana-Pasabe. Salah satu batas antara Indonesia dan daerah <strong>enclave </strong>(Daerah kantung dan berdaulat, dari sebuah negara yang berada di wilayah negara lain) yang sekarang sudah menjadi milik Timor Leste negara bekas <strong>JAJAHAN </strong>Indonesia itu. Repotlah para pembuat peta, karena harus mencetak lagi peta baru, dengan garis merah tebal dan dengan gars hitam tipis putus - putus diantara perbatasan Kefamenanu dan Oecusse.</p>
<p>Dari cerita masyarakat Dawan (masyarakat asli yang menempati daerah Kefamenanu, Indonesia sampai ke 0ecusse, Timor leste) sekarang mereka tidak bisa sebebas dulu mengunjungi keluarga mereka yang tinggal di Oecusse. Karena sudah banyak tentara di sana, banyak larangan yang fatal kalau dilanggar. Kalaupun ingin melewati batas itu, banyak urusannya. Oleh-oleh untuk keluarga yang dibeli dari pasar tradisional di hari sabtu setiap minggu, di zona Netral antara dua pos jaga itu pun dibatasi. Ada kertas pengumuman dituiis besar-besar dengan spidol merah dan hitam dan ditempel di dinding Pos jaga TNI: B<strong>eras maksimal 5 kg, Rokok maksimal 10 bungkus, Minyak tanah maksimal 2 liter, dan seterusnya</strong>. Di bagian ujung kertas pengumtnan itu ditulis : <strong>BAWA LEBIH DISITA!</strong>, masih dengan spidolmerah-hitam. Bedanya, yang ini ukuran hurufnya paling besar. Sebuah ironi bagi sejarah sebuah masyarakat yang sudah sekian lama hidup bersama, bahkan jauh sebelum pos-pos itu ada.</p>
<p>Masyarakat Kefamenanu, Indonesia dan masyarakat daerah Pasabe, Timor Leste telah hidup dengan interaksi sejak lama, jauh sebelum nama Indonesia dan Timor Leste itu ada. Kedekatan budaya dari mulai bahasa, adat istiadat, corak pakaian, konstruksi rumah dan ikatan kekeluargaan antara kedua komunitas yang berasal dari satu rumpun, mampu mengatasi batas-batas itu.<br />
Tidak juga orang-orang berseragam itu. Rasa satu itu tetap ada. Melewati batas-batas peta. Walaupun dijaga dengan senapan dan teropong, setiap hari mereka masih dapat mengunjungi keluarga atau berbelanja, <strong>lewat jalan-jalan tikus</strong> atau lewat pos jaga. Karena tak ada batas bagi sebuah ikatan kekeluargaan. Orang-orang berseragam itu terkadang mengerti. Kadang-kadang tidak.</p>
<p>Tak aneh lah, jika rupiah juga masih bisa kita pakai berbelanja di Pasar Pasabe. Setiap hari, tetap banyak cucu-cucu Adam dan Hawa dari kedua wilayah saling bertemu, di pasar, di jalan, di sekolah atau di manapun mereka mau. Tanpa digubris persoalan batas-batas itu.</p>
<p>Di Abani, Pasabe, banyak keluarga yang mengaku kalau masih banyak dari sanak mereka yang berada di Kefamenanu, sejak rusuh tahun 99. Uniknya mereka tidak resah, apalagi kebingungan. Mereka yakin bahwa Kefamenanu juga adalah rumah mereka, tanah air mereka juga. Tanah air yang benar-benar tanah air. Bukan tanah air hasil proklamasi, sebuah pemberontakan atau pemberian PBB. Tanah air dengan batas yang abstrak.</p>
<p>Seandainya Tuhan merestui peta Bumi, perubahan semacam itu - yang sering terjadi dalam sejarah kita- tak akan mungkin bisa terjadi. Yang menakjubkan adalah ada saat dimana kita bisa merubah peta, mengacak acaknya. Tapi ada saat juga kita bersedia menjaga batas-batas peta itu, menciumnya, bahkan rela mati demi batas-batas itu. Sepertinya peta itu benda sakti. Di Indonesia kita bernyanyi dengan mata basah dan bulu tubuh berdiri, <strong>Padamu Negeri, jiwa raga kami</strong>. Di Pasabe, Timor Leste, anak-anak sekolah dengan tegas bernyanyi berteriak: <strong>Patria.. Patria..!</strong> **, dan <strong>Ma Olif Tataf</strong>*** dari Kefa dan Pasabe juga akan selalu duduk bernyanyi: <strong>Lais-manekat lo mas leüf</strong>****</p>
<p>*tulisan ini pernah saya muat di blog saya sebelumnya..</p>
<p><em>** Patria - Patria : Lagu kebangsaan Timor Leste.<br />
*** Ma Olif Tataf : Bahasa Dawan, yang artinya kakak beradik, keluarga<br />
**** Lais Maneka Lomas Le&#8217;uf : Lagu Tradisional berbahasa Dawan, arti judulnya adalah: cinta-kasih memang sangat indah </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrian.thejln.com/blog/?feed=rss2&amp;p=94</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
